# Akankah bumi akan KIAMAT

English French German Italian Dutch Spain Japanese Arabic Chinese Simplified

Saturday, 20 June 2009

Akankah bumi akan KIAMAT


Selain banjir, senjata nuklir, polusi lingkungan, memburuknya iklim,
menurut laporan majalah Discovery, AS, para
ilmuwan juga memperhitungkan puluhan jenis bencana alam atau ulah
manusia yang bisa mengakibatkan manusia mendekati kepunahan. Jaman
sekarang, setiap saat orang-orang menyebarkan informasi tentang
kepunahan spesies, sehingga kita mulai menyadari bahwa ini bukan sebuah
fenomena perputaran alam yang baik.
Para ilmuwan telah memperkirakan, bahwa rasio kepunahan spesies
organisme sekarang adalah 1.000 kali lipatnya zaman fosil, menurut
statistik bahwa di atas bumi secara aktual terdapat 99% spesies berada
di ujung kepunahan. Dan pembunuh-pembunuh yang menghancurkan spesies
ini, sebagian besar disebabkan aktivitas peradaban manusia saat ini.


Aktivitas-aktivitas ini menyebabkan berbagai jenis makhluk hidup f
bumi, termasuk manusia sendiri secara perlahan-lahan menuju ke dalam
kondisi yang kritis, ada beberapa kondisi yang mungkin dapat dialami
dalam gerakan putaran alam.
kayakya Anda akan menganggap kalo peringatan di atas ini hanya rekayasa
sastrawan, namun di bawah pengamatan dan penyelidikan ilmuwan ditemukan
bahwa dalam sejarah ratusan juta tahun, di atas bumi berulang-kali
menyisakan bekas-bekas dihancurkan.
Pada saat itu professor Charles H.Hapgood sedang
mempelajari peta kuno Kutub Selatan, ia sudah mengemukakan hipotesa
peralihan kerak bumi (Earth Crust Displacement).
Dalam keadaan tertentu, segenap kerak luar bumi mungkin dapat
menggerakkan posisinya secara menyeluruh, bagaikan selembar kulit jeruk
tidak berisi, setelah kendor dan terkelupas, akan menggerakkan segenap
posisinya.
Menurut hipotesa tersebut, kerak bumi setebal 30 mil dapat meluncur di
atas inti bumi yang tebalnya 8 ribu mil, beberapa sarjana AS mengaitkan
hipotesa ini dengan bencana dahsyat di Alaska dan Siberia pada 11 ribu
tahun lalu. Mereka memprediksikan daratan di Kutub Selatan saat ini,
ternyata adalah daerah berjarak sekitar 2 ribu mil sebelah utara Kutub
Selatan.
Dan sebelum datangnya peradaban manusia ini, minimal pada 6 ribu tahun
silam, telah terjadi peralihan kerak bumi, segenap kerak bumi
menggerakkan posisi, hingga menggeser daratan Kutub Selatan ke
posisinya saat ini. Ini membuat daratan yang hangat mendadak menjadi
dingin, dan secara perlahan diselimuti dengan es dan salju.
Dan di saat bersamaan, Alaska dan Siberia juga mengarah ke Kutub Utara,
sehingga membuat daratan yang semula hangat dalam sekejab berubah menjadi
dingin “membeku”. Ini secara rasional telah menerangkan tentang lapisan
tanah beku di utara Siberia, gajah raksasa berbulu panjang yang
ditemukan serta beberapa besar binatang yang tidak dapat hidup di
daerah dingin, sama saja misalnya badak, banteng, kuda, gezelle, srigala,
machairodont (harimau bergigi pedang), singa dan sebagainya, selain itu
juga ada mayat manusia.
Sinar Gamma adalah ledakan dengan kekuatan
terdahsyat yang sudah diketahui di alam semesta saat ini, dan
pengetahuan yang dipahami ilmuwan atas hal ini masih sangat terbatas.
Ilmuwan mendapati, bahwa sinar gamma (Gamma Ray Burst, GRB) yang
terletak galaksi luar yang jauh, adalah energi yang dilepaskan
kembali setelah hancurnya 2 bintang tetap, energi pancarannya sangat
kuat dan tidak dapat diduga, kurang lebih seribu kali lipatnya matahari.


Sebelum perubahan besar ini terjadi, manusia sama sekali tidak dapat
mengamati perubahan sesudahnya, sehingga dengan demikian juga tidak
tahu bagaimana cara mengantisipasinya. Jika terjadi, maka meski berada
di tempat sejauh seribu tahun cahaya, dan meski pada malam yang
biasanya cerah di sebuah tempat yang jauhnya tidak dapat Anda saksikan,
ia juga akan terang secara tiba-tiba sama saja matahari, kemudian
melepaskan energi yang maha besar, dan menyinari bumi dengan
pancarannya.
Meskipun lapisan atmosfer dapat melindungi kita terhindar dari serangan
sinar Gamma dan sinar -X, namun pancaran-pancaran berenergi tinggi ini
dapat membuat lapisan atmosfer menjadi panas dan menghasilkan
nitrogenoksida, yang dapat secara serius merusak ozonosfer (lapisan
ozon).
Yang lebih parah adalah ini dapat secara langsung mengacaukan proses
fotosintesis plankton di samudera (mereka dapat menyuplai oksigen bagi
atmosfer), merusak ekologi sekaligus juga menghancurkan rantai makanan.
Jarak sinar gamma yang ditemukan saat ini sangat jauh dari kita, meski
pengetahuan yang diketahui ilmuwan atas hal ini sangat terbatas, namun
dapat dibayangkan akibat yang mengerikan seandainya secara tiba-tiba ia
menyinari bumi kita.
Pada 1908 silam, sebuah meteorit komet
setinggi kurang lebih 200 kaki (± 60 m) pernah melintasi lapisan
atmosfer, dan mengenai kawasan, Siberia, akibatnya terjadi ledakan di
kawasan tersebut.
Menurut perhitungan astronom bahwa peristiwa sejenis akan terjadi
setiap 100-300 tahun. Peristiwa ini, seandainya terjadi di samudera
atau daerah yang jarang penduduknya, yang mana meskipun rasio
kemungkinan manusia terhindar dari bencana ini sedikit lebih besar,
namun ilmuwan mengatakan: terhadap planet besar, tidaklah penting di
mana posisi yang diterjang mereka (planet).
Jika meteorit selebar ½ mil (± 800 m) menabrak bumi (± setiap 250 ribu
tahun) meski tidak sampai menyebabkan kepunahan seluruh umat manusia,
namun cukup memusnahkan pembangunan peradaban umat manusia sekarang.
Sebuah meteorit selebar 5 mil menabrak bumi dapat menimbulkan gempa,
tsunami, letusan gunung berapi, dan mengakibatkan kepunahan yang lebih
dahsyat, sama sama saja akhir zaman dinosaurus.
Pada 1994 silam, ilmuwan berhasil mengamati seluruh proses tabrakan
Comet Shoemaker-Levy 9 dengan Jupiter, ini menerangkan bahwa planet
menabrak bumi bukan tidak mungkin, juga bukan peristiwa mengerikan yang
baru akan terjadi ratusan tahun kemudian.
Sistim galaktik pada umumnya dipenuhi
dengan Lubang Hitam (black hole). Menurut prediksi ilmuwan secara garis
besar, bahwa dalam sistem galaktik terdapat sekitar satu juta lubang
hitam, benda-benda ini beredar sama saja bintang lainnya.


Seandainya ada planet sedang akan mendekati kita, hal itu bisa
kita prediksi, tapi jika seandainya itu adalah lubang hitam maka kita
tidak akan mendapat peringatan. Jika sebuah planet yang akan menabrak
bumi, para ilmuwan puluhan tahun yang akan datang bisa saja mengamati dan
memprediksikan waktu maupun energinya dengan konkret.
Namun lubang hitam tidak akan menabrak atau menghancurkan bumi,
tetapi, ia -dengan kekuatan gravitasinya yang luar biasa- dapat
mengacaukan orbit peredaran benda langit, sehingga suhu di bumi akan
mengalami perubahan yang drastis.
Setelah beberapa tahun terakhir ini,
matahari sudah memasuki perubahan periodik medan magnetik yang terjadi
setiap 10-11 tahun. Dalam masa demikian, partikel dan pancaran
kemungkinan akan mengenai ke bumi dengan kecepatan 1juta km/jam. Dan
ancamannya terhadap bumi, adalah suatu hal yang tidak dapat
diperhitungkan para ilmuwan.
Pada April 2001 silam, sebagaimana yang diperkirakan ilmuwan, telah
terjadi ledakan bintik matahari yang dahsyat di permukaannya, dan ini
merupakan salah satu ledakan terbesar yang tercatat selama ini,
untungnya solar Flare (letusan gas matahari) tidak mengarah ke bumi


1 komentar:

Anonymous said...

Ah teori doang, empret.., Allah-lah yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa Bumi dan isinya langit dan isinya ada milikNya, kalian hanya ngontrak PAHAM. ngontrak gimana bayar aja kagak, kalian itu dikasih tumpangan ya harusnya kalian membalas dengan baik. dengan cara beribadah. tidak ada yang bisa monolak/menghadang/menghindar dari kehendakNya. Subhanallah...

Post a Comment

"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...?... Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...!... Klik disini-1 dan disini-2".GRATIS

Login


Widget edited by Retarix Site

Blog Archive

Followers

 

ABOUT ME- CARD

blog



sobat ingin jadi sahabat blog puguh182 sobat bisa klik icon dibawah ini dan jangan lupa kasih tau saya kalo sudah memasang bannernya..
blog

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Lifestyle theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Microebook.com

#